Rumah Tinggal Mediterania

rumah-mediterania

Salah satu jenis rumah tinggal yang cukup popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah rumah tingal bergaya mediterania. Arsitektur mediterania merupakan jenis desain bangunan yang pada zaman dahulu digunakan oleh raja-raja Eropa atau orang-orang yang mempunyai kekuasaan yang cukup tinggi dan banyak berkembang di negara Romawi, Spanyol dan Italia. Gaya hunian mediterania yang diminati di Indonesia memiliki ciri khas desain Spanyol dengan pilar-pilar tinggi dan lengkungan yang menyerupai kubah. Gaya arsitektur hunian ini terkesan mewah, eksklusif dan mampu memberi sentuhan keindahan yang elegan.

Desain yang unik dan elegan ini yang membuat timbul minat masyarakat untuk memilikinya. Untuk pewarnaan, rumah tinggal jenis mediterania ini umumnya menggunakan warna-warna yang hangat dan alami  baik untuk bagian luar maupun bagian dalam rumah. Warna-warna tersebut diterapkan dengan gradasi yang berbeda antara dinding dengan tiang dan balkon.

Berkembanganya gaya pewarnaan hunian jenis mediterania ini membuat masyarakat Indonesia ikut tertarik untuk mengaplikasikannya pada hunian mereka. Kesan menawan yang ditampilkan dari gaya mediterania dapat ditampilkan pada semua jenis hunian yaitu dengan menerapkan warna-warna yang identik dengan bangunan meditrania misalnya coklat dikombinasikan dengan warna terakota. Coklat dapat digunakan pengisi warna utama pada dinding rumah, lalu dipadukan dengan warna terakota untuk bagian atapnya. Dengan begitu, gaya mediterania yang unik pun bisa tercipta pada setiap jenis hunian.

Kelebihan Tinggal di Perumahan Cluster

Hingga saat ini, mempunyai rumah tinggal masih menjadi pilihan dibandingkan dengan tinggal di apartemen. Tetapi yang menjadi masalah adalah di kota-kota besar untuk mendapatkan lahan yang cocok untuk di bangun rumah tinggal sudah sangat jarang ditemui.

Oleh karena ini, para pengembang berinovasi dengan menciptakan kawasan perumahan di daerah pinggiran kota besar. Perumahan tersebut dibangun dalam bentuk cluster-cluster. Perumahan tipe cluster saat ini menjadi favorit bagi masyarakat perkotaan. Sehingga para pengembang berlomba-lomba membangun perumahan cluster.

Bagi sebagian masyarakat, tinggal dalam perumahan cluster terasa nyaman karena terciptanya hubungan antar tetangga yang baik. Interaksi sosial terjalin dengan baik karena antara penghuni bisa saling mengenal satu sama lain.

Biasanya para pengembang juga akan melengkapi perumahan ini dengan berbagai fasilitas seperti jogging track, taman bermain anak, lapangan tenis,  kolam renang dan fasilitas lainnya.  Selain fasilitas-fasilitas hiburan tersebut, bisa dipastikan bahwa perumahan cluster pasti sudah dilengkapi dengan fasilitas air bersih, listrik dan drainage yang baik karena hal ini yang biasanya menjadi hal serius yang disediakan pengembang untuk menambah nilai jualnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dari factor keamaannya. Jelas kalau perumahan cluster pasti sudah terjamin keamanannya. Biasanya perumahan tipe ini sudah diawasi oleh petugas keamanan dan hanya memiliki satu akses pintu masuk.  Dan untuk masuk keluar juga petugas akan meminta kartu identitas.

Dengan kelebihan-kelebihan yang ada, membuat masyarakat cenderung akan lebih memilih perumahan cluster karena merasa nyaman, aman dan tidak takut kalau rumahnya akan terkena banjir atau kesusahan mendapatkan air bersih.

Syarat Rumah Tinggal Sehat

Green-modern-3

Rumah tinggal merupakan kebutuhan semua manusia dan juga menjadi tolak ukur bagi kesehatan masyarakat. Rumah tinggal yang layak huni haruslah rumah memenuhi persyaratan kebersihan agar penghuni didalamnya tetap bisa hidup sehat. Rumah tinggal yang sehat tidak terlepas dari ketersediaan prasarana dan sarana yang terkait, seperti ketersediaan akan air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah yang baik, transportasi dan tersedianya pelayanan sosial.

 Secara umum, rumah terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang digunakan sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UU RI No. 4 Tahun 1992). Menurut WHO, rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu. (WHO, 2001).

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 829/Menkes/SK/VII/1999, ada beberapa kriteria rumah yang sehat. Yang pertama dari bahan bangunan. Bahan bangunan yang baik adalah bahan yang tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan. Kemudian dari komponen dan penataan ruangan. Hal yang harus diperhatikan adalah lantai yang kedap air, mudah dibersihkan dan dinding memiliki ventilasi yang cukup/minimal 10% dari luas dinding yang ada.

Dari segi cahaya, pencahayaan alam ataupun buatan dapat menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan minimal 60 lux dan tidak menyilaukan mata. Untuk penyediaan air yang baik adalah tersedianya sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter per orang setiap hari. Untuk pengelolaan limbah , limbah harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari permukaan tanah, sumber air dan air tanah. Hal terakhir adalah kepadatan hunian. Luas kamar tidur yang baik harus memiliki luas minimal 8 meter persegi, dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur.