Bahaya Gempa Bumi Terhadap Konstruksi Rumah dan Bangunan (I)

gempa bumi 2

Beberapa tahun terakhir ini bencana alam akibat gempa bumi makin sering terjadi di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa kejadian gempa bumi selama beberapa tahun terakhir yang tidak dapat dilupakan, yakni :

–          Gempa bumi di laut Flores 12 Desember 1992 (7,5 skala richter)

–          Gempa bumi di Lampung 16 Februari 1994 (7,2 SR)

–          Gempa bumi di Banyuwangi 3 Juni 1994

–          Gempa bumi di Bengkulu 4 Juni 2000

–          Gempa bumi di Pulau Alor 24 Oktober-15 November 2004 (7,3 SR)

–          Gempa bumi di Nabire 6 Februari 2004 (6,9 SR) dan 26 November 2004 (6,4 SR)

Gempa-gempa tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta penduduk yang cukup besar

Gempa lainnya terjadi pada 26 Desember 2004 dengan pusat gempa di lepas pantai barat Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (8,9 SR). Gempa tersebut telah memicu gelombang Tsunami yang dampaknya terasa di 11 negara Asia dengan jumlah korban diperkirakan tidak kurang dari 80.000 jiwa.

Gempa bumi yang terjadi di daerah Sukabumi, Yogyakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini merupakan  gempa bumi dengan skala richter yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 5,9 sampai pada 7,3 SR. Sedangkan di daerah Mentawai, Sumatra Barat gempa bumi yang terjadi cukup kuat sehingga membuat porak-poranda beberapa rumah dan bangunan.

Penyebab utama bencana dan kerusakan terhadap lingkungan hidup adalah gaya inersia yang ditimbulkan oleh guncangan gempa yang mengakibatkan robohnya bangunan –bangunan yang tidak didesain untuk tahan terhadap gempa. Penyebab lain adalah pada saat pelaksanaan konstruksi yang buruk atau tidak mengikuti standar yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>