Bahaya Gempa Bumi Terhadap Konstruksi Rumah dan Bangunan (II)

gempa bumi 2

Berangkat dari rentetan peristiwa gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di Indonesia ini membuat pihak pemerintah dan pihak swasta akhir-akhir ini sangat sibuk melakukan perbaikan dan pembangunan kembali bangunan gedung atau rumah tinggal, terutama rumah tinggal sederhana untuk para korban gempa.

Sebagai langkah preventif, sangat penting untuk dibuat rancangan rumah tinggal untuk permukiman rakyat yang aman dari pengaruh gempa. Jika terjadi gempa, diharapkan rumah tinggal tersebut tetap kokoh sehingga kerugian harta dan korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu, mendirikan rumah atau bangunan tanpa memperhatikan faktor keamanan terhadap gempa akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Membangun kembali akan lebih mahal karena akan timbul biaya tambahan lain seperti membuang dan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah.

Bicara tentang bangunan tahan gempa, sebenarnya filosofi dari bangunan tahan gempa adalah bila terjadi gempa ringan, maka bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural (dinding retak, genteng dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dan sebagainya) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dan sebagainya). Sedangkan bila terjadi gempa sedang, maka bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya. Akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak. Dan bila terjadi gempa besar, bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya. Akan tetapi jiwa penghuni bangunan tetap selamat, artinya sebelum bangunan tersebut runtuh, masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ketempat aman.

Oleh karena itu, maka perlu adanya perencanaan yang matang untuk sebuah bangunan. Di Indonesia, oleh Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah telah dibuat Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI-1726-2002) yang kemudian standar ini yang menjadi acuan standar untuk perencaan gedung tahan gempa di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>